Terdapat seorang anak bernama Joko yang
ikut pindah keluarganya ke kota ngapak. Joko berasal dari Surabaya. Ia tinggal di sebuah
perumahan. Saat bermain di luar rumah, ia melihat beberapa teman sebaya yang
sedang asyik bermain layangan. Ia hanya melihat dari kejauhan. Selama beberapa
hari, ia terus mengamati sekawanan anak-anak dari depan rumah.
Di hari ke tujuh, ia sudah tidak bisa
menahan diri untuk mendekat dan ikut bermain. Ia mulai mendekat dan bertanya: “aku oleh melu dolanan ora?”. Teman-temannya
hanya melihat karena tidak paham dengan apa yang ia katakan. Ia bertanya sekali
lagi, ada salah satu anak yang menjawab dengan pertanyaan: “ko ngomong apa janen, nyong ora mudeng”.
Joko tidak paham apa yang dikatakan teman tersebut.
Tersebab angin terlalu kencang, beberapa
anak mulai menurunkan layangannya khawatir benang putus. Mendung mulai memenuhi
langit, anak-anak kembali ke rumah masing-masing. Joko terdiam dengan
perasaan kecewa karena tidak tahu apa yang teman-teman katakan dan mereka malah
menyudahi bermain layangannya. Joko pulang dan mengadukan pada orang tuanya.
Orang tua Joko memberi nasihat supaya menggunakan bahasa Indonesia saat bertanya
dengan teman-teman.
Esok harinya Joko
kembali melihat beberapa anak sedang bermain layangan. Kali ini, ia kembali
menghampiri sekawanan anak tersebut dengan membawa layangan baru yang dibelikan
oleh ayahnya. Joko mulai berkenalan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan
minta ijin untuk bergabung bermain dengan mereka. Anak-anak mengijinkan dan
mereka dengan riang dapat bermain bersama dan bercengkrama menggunakan bahasa
Indonesia.
ADS HERE !!!